GlusterFS sebagai Persistent Volume – Installasi

Apa itu GlusterFS?

Nama “Gluster” adalah kombinasi dari “GNU” dan “cluster,” yang merupakan singkatan dari “GNU’s Not Unix!” Karena Lisensi open source GNU (GNU-GPLS) digunakan, sistem ini sepenuhnya gratis untuk digunakan. Saat membahas operator data, istilah “cluster” mengacu pada kumpulan unit penyimpanan fisik. Ini adalah istilah yang digunakan dalam konteks komputer untuk menggambarkan kumpulan jaringan perangkat yang saling berhubungan. Ruang penyimpanan dari komputer yang terhubung melalui jaringan digabungkan dan digunakan sebagai satu entitas logis oleh GlusterFS, menyatukan konsep-konsep ini.

Fungsionalitas dari GlusterFS

GlusterFS juga menyediakan redundansi untuk memastikan ketersediaan data. Kemungkinan terjadi kesalahan pada awalnya tersebar di antara beberapa sistem yang dapat dipisahkan secara geografis. Jaringan RAID juga dapat diatur. Namun, volume yang direplikasi harus disimpan dalam kasus ini daripada volume terdistribusi standar yang ditentukan. Karena itu, setiap file akan disimpan dalam mirroring RAID dua kali.

GlusterFS menyediakan sepuluh penerjemah standar dalam operasi ruang penyimpanan, yang menerjemahkan perintah yang disediakan pengguna menjadi tindakan. Penerjemah “penyimpanan”, yang memiliki tugas menyimpan data pada sistem file lokal dan membatasi aksesnya, dan penerjemah “enkripsi” adalah dua contohnya.

Replikasi geografis adalah fitur baru yang memungkinkan Anda mendistribusikan data secara asinkron di antara server yang berlokasi di seluruh dunia. Ini dibangun di atas lapisan keamanan ekstra untuk menjaga server tetap aman dari hal-hal seperti kebakaran atau pencurian. Satu komputer berfungsi sebagai master, sementara yang lain berfungsi sebagai budak dalam skenario ini. SSH menjamin keamanan transfer data (Secure Shell).

Kelebihan dan Kekurangan dari GlusterFS

Kelebihan:

  • Penggunaan optimal dari resourse yang tersedia
  • Peningkatan ketersediaan data
  • Mendistribusikan pekerjaan dalam jaringan

Kekurangan:

  • Desain Jaringan yang rumit dapat menambahkan pekerjaan administratif yang diperlukan selama proses installasi
  • Memerlukan keamanan yang bersifat 3rd

Installasi GlusterFS

Pada instalasi kali ini kita akan menggunakan 3 buah server yang semuanya akan menjadi distributed file system. Penginstallan dimulai dengan menginstall dependensi yang di butuhkan, lalukan perintah dibawah ini pada setiap node:

sudo apt install glusterfs-server -y

Lalu start GlusterFS pada setiap node dengan perintah seperti dibawah:

sudo systemctl start glusterd

Untuk memverifikasi bahwa GlusterFS telah terinstall bisa dengan perintah dibawah ini:

gluster --version

Jika sudah muncul seperti diatas maka dapat dipastikan GlusterFS telah terinstall. Selanjutnya untuk mengecek apakah GlusterFS sudah berjalan maka bisa dengan perintah seperti dibawah:

sudo systemctl status glusterd

Membuat folder distributed

Buat sebuah folder /distributed pada setiap node. Fungsi folder ini akan menjadi pusat distribusi file system pada cluster GlusterFS ini. Untuk membuatnya ikuti perintah dibawah ini:

sudo mkdir -p /distributed

Pasangkan Hostname pada setiap Node

Perintah ini hanya dilakukan pada node 1 dimana node tersebut akan menjadi pusat dalam cluster file system ini. Untuk IP dan hostname bisa menyesuaikan dengan milik masing-masing yaa. Untuk melakukanya edit file /etc/hosts dan sesuaikan seperti dibawah:

Tes ping pada setiap hostname, perintahnya seperti dibawah ini:

echo -e "gluster1\ngluster2\ngluster3" > hostname && for i in `cat hostname`; do ping -c 1 $i; done

Oke semua server telah terhubung. Kita bisa melanjutkan dengan menghubungkan seluruh node.

Menghubungkan semua Node

Sebelum menghubungkan semua Node pastikan directory /distributed telah tersedia pada setiap node. Jika sudah maka bisa dilanjutkan dengan menghubungkan setiap node nya, lakukan perintah dibawah ini pada node gluster1

sudo gluster peer probe gluster2

sudo gluster peer probe gluster3

Untuk mengeceknya bisa dengan menggunakan perintah sudo gluster peer status

Buat Volume pada GlusterFS

Untuk membuat volume pada GlusterFS kita akan menggunakan folder /distributed yang telah di buat di setiap node dan akan menjadikan folder tersebut sebagai pusat replika dari GlusterFS. Oke kali ini kita akan membuat volume bernama volume-gluster dan untuk perintahnya seperti dibawah dan perintah tersebut dijalankan pada node gluster1.

sudo gluster volume create volume-gluster replica 3 transport tcp gluster1:/distributed gluster2:/distributed gluster3:/distributed force

Oke volume sudah dibuat selanjutnya yaitu mengaktifkan volume yang dibuat tadi dengan menggunakan perintah sudo gluster volume start volume-gluster

Oke volume sudah berhasil diaktifkan, untuk mengecek info terkait volume pada gluster bisa dengan perintah sudo gluster volume info volume-gluster

Menyiapkan GlusterFS Client

Untuk mengetes Gluster yg kita buat, perlu memerlukan client nya, untuk itu kita menambah sebuah node baru sebagai client dan hal yg pertama harus dilakukan yaitu menginstall dependensi GlusterFS client dengan perintah seperti dibawah ini:

sudo apt install glusterfs-client -y

Buat folder gluster-test pada directory /mnt pada client, dengan perintah sudo mkdir /mnt/gluster-test

Lalu lakukan mounting dari Gluster ke folder /mnt/gluster-test, dengan perintah sudo mount -t glusterfs gluster1:/volume-gluster /mnt/gluster-test

Oke, coba buat file pada folder /mnt/gluster-test dengan perintah sudo touch /mnt/gluster-test/test1.txt lalu lihat file tersebut dengan perintah ls /mnt/gluster-test

Lalu cek pada node gluster1 apakah file nya ada atau tidak, dengan perintah ls /distributed

Oke, lalu cek pada gluster2 dengan perintah yang sama yaitu ls /distributed

Jangan lupa cek juga pada server gluster3 apakah hasilnya sama atau tidak,

Oke sampai disini GlusterFS telah berjalan sebagai replika dan siap digunakan.

Write a comment