Database apa yang harus digunakan pada produksi?

Oke, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang database apa sih yang bisa kita gunakan untuk tingkat produksi. Nah sebelumnya kita bahas dulu database tuh apa sih? Database merupakan kumpulan data yang dikelola sedemikian rupa berdasarkan ketentuan tertentu yang saling berhubungan sehingga mudah dalam pengelolaannya. Melalui pengelolaan tersebut pengguna dapat memperoleh kemudahan dalam mencari informasi, menyimpan informasi dan membuang informasi. Jadi, sudah jelas bukan database itu untuk menyimpan sebuah informasi dengan bentuk tulisan yaa.

Untuk Database yang disarankan dari kita sendiri adalah PostgreSQL. PostgreSQL adalah sistem database relasional open source yang kuat yang menggunakan dan memperluas bahasa SQL yang dikombinasikan dengan banyak fitur yang dengan aman menyimpan dan menskalakan beban kerja data yang paling rumit. PostgreSQL dimulai pada tahun 1986 sebagai bagian dari proyek POSTGRES di University of California di Berkeley dan memiliki lebih dari 30 tahun pengembangan aktif pada platform inti.

PostgreSQL telah mendapatkan reputasi yang kuat untuk arsitektur yang telah terbukti, keandalan, integritas data, set fitur yang kuat, ekstensibilitas, dan dedikasi komunitas open source di belakang perangkat lunak untuk secara konsisten memberikan solusi yang berkinerja dan inovatif. PostgreSQL berjalan di semua sistem operasi utama, telah mematuhi ACID sejak 2001, dan memiliki add-on yang kuat seperti ekstensi basis data geospasial PostGIS yang populer. Tidak mengherankan bahwa PostgreSQL telah menjadi database relasional open source pilihan bagi banyak orang dan organisasi.

Bisakah menggunakan SQLite dalam produksi? Jika tidak, mengapa tidak? Apakah biaya menggunakan RDBMS lain dibenarkan oleh manfaatnya? RDBMS mana yang harus saya gunakan?

Kita tidak dapat menggunakan SQLite dalam produksi karena, SQLite tidak mendukung konkurensi atau hanya satu pengguna yang dapat menulis ke database pada saat yang sama. konkurensi sangat di perlukan ketika kita memiliki perusahaan yang besar dengan traffic yang tinggi pada akses database. Dengan traffic yang tinggi, kita tidak bisa hanya menggunakan satu pengguna bukan? Tapi jika kita tetap memaksakan menggunakan SQLite untuk produksi akan selalu terjadi delay pada setiap penulisan pada SQLite. Karena ya itu tadi, hanya satu pengguna yang bisa menulis per waktunya jadi jika ada 20 user yang menulis bersamaan, maka akan terjadi delay untuk setiap penggunanya.

Bagaimana dengan MySQL? akhir-akhir ini MySQL menjadi sangat populer ketika keluarnya PostgreSQL. Jawaban yang paling masuk akal itu adalah terkait dengan pemasaran MySQL yang baik sehingga dapat menyaingi PostgreSQL. Dari segi performa sendiri PostgreSQL lebih kuat, mudah, dan memliki dokumentasi yang lebih baik. Bahkan banyak masalah dalam MySQL yang tidak pernah terjadi pada PostgreSQL seperti dukungan unicode yang pernah rusak pada MySQL.

Oke, kesimpulanya kita bisa menggunakan PostgreSQL untuk produksi karena stabil, kuat dan mudah digunakan. Yang kita bicarakan adalah relational database ya, bukan non relational database seperti MongoDB. Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan mohon maaf bila banyak kesalahan. Sekian dan terima kasih!!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *